Home

Tinggal di kota besar selalu diisi dengan moment yang luar biasa. Begitu banyak moment yang bisa kita rayakan di Jakarta ini, moment kelulusan – dimana petualangan hidup akan dimulai, moment anniversary bersama pasangan, bahkan di kota besar yang terkenal ‘kejam’ ini orang merayakan moment kehilangan virginitas mereka.

Tapi hari ini, banyak orang yang merayakan – moment yang paling dianti-kan oleh mereka yang masih single… the pre-wedding photography.

Catching a moment

“gw ga setuju kalau lo bilang pre-wed itu bullshit, M,” kata Nancy. Nancy sangat menentang. Karena dia memang tipe wanita yang ‘played by the rule’. Dan dia masih percaya bahwa menikah adalah suatu hal luar biasa yang akan terjadi padanya dalam tahun dekat ini.

“oke,” kataku. “gw luruskan, gw ga benci ‘the pre-wed thing’ N. Cuma menurut gw, orang-orang tuh buang-buang waktu aja dengan itu.” Aku pun mencoba memberi alasan yang semasuk akalnya.

“but you said it out loud. All the time. You hate it!”

“tapi liat coba,” Nancy masih dengan penjelasannya, mencoba merubah pola pikirku yang menurutnya salah. “coba liat foto-foto ini. Mereka bahagia, mereka menikmati moment mereka, itu romantis.”

Nancy menyodorkan foto-foto pre-wed teman-teman kantornya. Pasangan-pasangan bahagia itu tertawa, sedikit pose kaku ala quirky couple, dan beberapa berciuman. Semua terlihat asli. Asli mentertawakan kehidupan kita yang masih dengan status single.

Berhubung aku sedikit ahli dalam menjudge hasil foto, aku menujuk salah satu foto yang menggangu mataku. “pose cewe yang ini fake banget. Dress-nya terkesan niat banget sementara si cowonya simple aja. Menurut gw, si cewenya maksa nikahin si cowonya,” kataku. “cuma opini loh.”

“well,” kata Nancy. “bener sih. Cowonya tajir abis. Lawyer berpengaruh di Jakarta. Emang si cewe ini pinter ‘menggaet’ cowo-cowo kaya. Somehow I believed three things cannot be long hidden: the sun, the moon, and the truth.”

“see… pre-wed tuh gampang ditebak. This is a dumb concept, most married people are trying to put it on a show, and wanna make single people jealous. But what they’re really don’t know is we can see those failed moment. There right in their eyes!”

Setelah menghabiskan satu milkshake coklat dan satu strawberry sundae, aku dan Nancy pulang karena lelah semalaman berkeliling mencari sepatu dan clutch yang bagus untuk dikombinasikan dengan yellow dress yang akan Nancy pakai besok ke acara pernikahan temannya.

“my single tip for tomorrow: you have to over shining the bride!” kataku.

Pre-wed, Pre-war

Aku tidak menyalahkan mereka yang melakukan pre-wed, aku pun tidak menyalahkan mereka yang memilih untuk menikah muda. Well, aku masih ngomong sendiri, karena tatapan mata Nancy seperti mengisyaratkan: apa sih yang ada di otak lo, M? – aku pun juga tidak menyalahkan Nancy untuk berpikir seperti itu.

Tapi lihat single people dan married people itu sama seperti korea utara dan korea selatan. Sedarah tapi konflik. Bersahabat tapi pamer.

Semua bersaing dan bangga akan moment hidupnya. Married people bangga sudah menemukan pasangan hidupnya, dan bisa meledek kita dengan berkata, “sabar ya… one day,”. Tapi bagi single people, kita bangga akan hidup yang bebas. Karena kadang married people sebenarnya berharap: andai aku single lagi…

Tapi apa arti sebuah moment sebenarnya? Sebagai single di Jakarta yang ‘kejam’ ini, kenapa cinta sejati itu seperti moment yang langka? Mana moment yang selama ini kita tunggu-tunggu? Apa karena status kita ‘sendiri’ jadi kita sendiri yang harus menciptakan sebuah moment?

I’m wondering, how do we live the moment?

The Girl in The Yellow Dress

Pada resepsi pernikahan, Nancy pulling out the big gun: her confident. Hari itu dia memakai dress kuning dengan motif floral, suede heels coklat tanah, dan sentuhan clutch bling-nya. I believed that day, everyone blinked their eyes by her appearances.

Melihat teman sekretarisnya menikah, membuatnya bahagia. Nancy mencoba merasakan apa yang dirasakan sang mempelai. Tahukan? Katanya kita bisa ‘tertular’ bahagia kalau kita ikut merasakan kebahagiaan. Siang itu di gedung yang dihiasi mawar putih dalam sebuah konsep modern wedding, Nancy berkhayal, suatu saat ia yang berada di pelaminan itu dengan cinta sejatinya.

Nancy siap melangkah ke pelaminan. Dress kuning yang dipakainya mengatakannya, sesuai dengan arti lampu kuning pada lampu lalu lintas yang berarti: siap-siap.

She thinks, best moments happens when they’re planned.

Single Life Frame

Disisi lain yang belum ‘siap-siap’. Salah satu sahabat terbaikku, Devina, assistant teacher, seorang pencinta petualangan, dan single. Menurutnya hidup sebagai single itu adalah petualangan. Dan petualangan itu belum siap diakhiri dengan berdiri di pelaminan.

“umur bukan sebuah batasan,” kata Devina. “enjoy your moment.”

Devina bukan seorang player yang berkencan dari satu pria ke pria lainya. Ia hanya belum menemukan jiwa pria yang sama ‘petualangnya’. Tapi pernah dia bekencan dengan pria yang ia temui setelah latihan wall climbing. Setelah kencan ketiga, mereka merasa semakin klik.

Suatu saat, Devina mengajak sang pria ke acara resepsi pernikahan. Devina biasanya mengajak kami sahabatnya. Tapi kali ini ia muak dengan tulisan ‘Miss Devina & Friend’, jadi ia memutuskan mengajak pacarnya.

Akhirnya Miss Devina & Boyfriend mendadak menjadi pusat perhatian – over shined the married couple. Berbagai pertanyaan menyerbunya, ini nih cowo lo? Akhirnya ya Dev? Ketemu dimana? Kapan jadiannya? Moment seperti itu membuat Devina tertawa bahagia dan menjawab satu persatu.

Until the ultimate question, kapan married Dev?

Ledekan yang paling dihindarinya kalau datang ke acara pernikahan. Lalu ia memandang meraka yang bertanya itu dan memandang si pria yang digandengnya itu.

“sekarang mereka berpikir kalau gw bawa nih cowo, pasti gw minta dinikahin. Dan gw semakin menyedihkan dimata mereka.” Devina membuang senyumnya.

The awkward moment when you single is when you attending a wedding party, and people bugging you with the married bullshit questions.

The Frappuccino Ending

Di Sabtu siang yang cerah, aku mencoba mengisi waktu dengan menikmati hari di Starbucks. Duduk sendiri disana sembari menghabiskan waktu membaca.

Sebagai single, siang itu menyenangkan. The sun shine, my aviator ray ban, and frappuccino. Semua nge-blend jadi satu moment menyenangkan. I’m having a good time. Sampai…

Sampai aku melihat wajah yang aku kenal. Wajah dari masa lalu, wajah yang tidak pernah memberikanku sebuah kesempatan. My favorite girl, my favorite crush, and also my favorite mistake, there standing ordered a same tall capuccino like the old day we spent.

I’m done with my hello to her. Aku hanya melihatnya dari jauh. Senyumnya masih sama seperti dulu. I’m wondered, why everything doesn’t worked out? What we missing?

Tapi seketika aku tahu, aku sudah kehilangan moment itu. Jakarta memang ‘kejam’, and although i didn’t know it, she was giving me some of the happiest moments of my life.

Aku terus memandang dan tersenyum. Terlalu terlambat untuk kembali ke moment lama. Kita ngga akan pernah tahu moment apa yang akan kita lewatkan di hidup ini. Jangan sia-siakan perasaan orang lain. Karena manusia belum sadar akan kehilangan saat itu benar-benar hilang, dan baru sadar setelah hidupnya berantakan – I’m not guarantee it but you will see it.

Sometimes we will never know the true value of a moment until it becomes a memory.

Live every moment. Love every day. Cause before you know it, precious time slips away.

As a single people, don’t wait for the perfect moment. Instead take the moment and make it perfect. Lalu aku melanjutkan membaca dan menikmati moment bahagia bersama frappuccino dingin yang tidak kusia-siakan di siang terik itu. Be happy in the moment, that’s enough.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s