Home

Sebulan yang lalu saya bertemu dengan seorang teman lama, disalah satu café di daerah utara Jakarta. Kami sudah jarang hangout sejak dia sibuk akan aktifitas nge-band di kampus dulu. Karena dia sibuk mengejar cita-citanya menjadi vokalis band beraliran emo. Dan bertahun-tahun berlalu, baru sekarang ia menghubungiku kembali.

Sudah 20 menit didalam café yang bernuasa tempo dulu, dan segelas orange juice sudah tinggal setengah karena siang itu panas. Lalu masuk seorang pria berkemeja rapih dan mendekati meja saya. Dan dia menyapa, “Mike…” dan saya kaget. Kaget karena orang asing mengenali saya. Tapi setelah 2 menit mengamati, ternyata ini benar Donny.

Cowo Emo (pun) Jadi Boyband Blast

Donny kemudian memesan minum dan saya masih bengong melihatnya. Apa mungkin siang terik dan segelas orange juice dengan tambahan es batu, sudah membuat kepala ini berputar. Donny yang saya kenal dan masih jelas diingatan adalah orang yang selalu memakai tshirt hitam dan converse, dengan jeans yang enggak pernah dicuci, dan rambut emo andalannya yang juga mungkin enggak pernah dicuci.

Sementara yang ada dihadapan saya ini adalah pria berkemeja biru muda ala ‘anak gaul’ dengan keds berwarna khaki, memakai chinos, dan berpotongan rambut ala anak boyband, sedikit botak disamping. Tuhan… Apa yang sudah terjadi di dunia ini? Apa para alien Negara gingseng sudah melakukan invasi kepada bumi?

“kok bengong Mike,” kata Donny. Saya langsung merubah raut muka dan berusaha untuk tidak menampakkan wajah yang bisa menyinggungnya.

“sibuk apa Don?”

“sekarang lagi mau kirim-kirim demo rekaman,” kata Donny sambil mengeluarkan Gudang Garam-nya.

Sedikit lega, akhirnya ini Donny teman lamaku, sang vokalis emo. Ya sudahlah, biarpun style ‘rapih’nya aneh setidaknya rokok itu masih jati dirinya.

“apa kabar dunia emo-nisasi, Don?!”

“oh, udah enggak sama anak-anak, Mike. The Blacklist sudah bubar. Sekarang lagi ngikutin era boyband.” Kata Donny.

Entah dari dulu asap Gudang Garam yang selalu bikin sesak atau karena baru dengar kata-kata Donny barusan. Sepertinya ini Donny teman baruku, yang sekarang banting setir menjadi anak boyband. Memang penampilan enggak bohong, insting pertamaku benar.

“kaget ya?”

“kok bisa sih Don?” – pertanyaan yang dari awal ingin ditanyakan.

“masih ingat Ayu?” kata Donny.

Gudang Galau

Ayu, wanita satu-satunya yang masih membekas dihati Donny. Dan terbukti sampai sekarang masih tinggal dihatinya. Donny yang sekarang memang sedang menjalin hubungan dengan seorang wanita yang tinggal di kota asalnya, Jogja – LDR.

Donny dan Ayu sudah berpacaran sejak mereka masih di Jogja. Mereka pindah mengadu nasib ke Jakarta bersama-sama. Tidur bersama, saling menyemangati, dan selalu ada untuk satu sama lain. Mereka juga berkuliah di kampus yang sama. Donny yang bengal dan emo sementara Ayu yang kemayu, setiap semester cinta mereka semakin besar.

Sampai saat memasuki dunia kerja. Ayu mengejar karir marketingnya, sementara Donny condong dengan kesibukkan band emo-nya, The Blacklist. Akhirnya mereka bubar, karena mereka menginginkan hal berbeda. Padahal perbedaan karakter mereka adalah hal yang indah, tapi kalau dalam suatu hubungan berbeda tujuan adalah hal lain.

Sudah dua tahun, Donny menjadi single, hubungannya dengan wanita lain cuma sekedar lewat-lewat saja. Sampai suatu saat Jakarta mempertemukan mereka kembali. Ayu yang sekarang berubah menjadi lebih pede, mulai kenal bergaya, dan seperti cewe zaman sekarang yang menggilai boyband.

“dia bukan wanita sederhana dan pemalu kaya dulu,” kata Donny.

“jadi itu alasan berhenti jadi vokalis emo dan berubah jadi sm*sh blast?”

“kesempatan balik sama Ayu masih ada,” tambah Donny.

Sesaat mendengar itu, Donny bukan hanya merokok Gudang Garam tapi sekarang menjadi Gudang Galau – Pria punya masalah.

Kata orang cinta itu tidak merubah seseorang, semua apa adanya. Tapi kenapa sekarang kita harus berubah 180 derajat untuk mendapatkan cinta orang yang special? Apa cinta itu harus seperti dunia showbiz, selalu berubah mengikuti apa yang sedang digandrungi? Atau Donny benar…

Berubah selagi masih ada kesempatan?

Terlalu Ekstrim

Donny berhasil masuk di kantor yang sama dengan Ayu. Memang Sengaja. Hanya mereka berbeda divisi. Ayu pada divisi Marketing dan Donny pada divisi Social Media Specialist. Setiap hari mereka selalu bertemu di lorong yang sama. Donny menghilangkan kesan urakan emo-nya, mencoba membuat si mantan terkesima akan gaya ‘terkini’ boyband-nya.

Seorang wanita bisa dibilang hebat saat ia bisa merubah seorang pria. Ada yang dulunya perokok, pemabuk, sampai pemakai, bisa berubah jika menemukan cinta. Seorang wanita bisa merubah hati dan fisik seorang pria. Walau dari emo menjadi boyband sebenarnya ekstrim.

Tapi itulah kami, pria, selalu melihat sebuah kesempatan, dan ‘memanfaatkan’ kesempatan. “cowo itu kalau sudah sayang, susah untuk move on juga,” kata Donny. “hanya kita enggak mengungkapkan lewat kata-kata kaya cewe. Tapi lewat tindakan.”

Fresh Outside, Emo Inside

Donny masih berjuang mendapatkan Ayu kembali. Walau sikap dingin dan tanggapan seadanya dari Ayu. “dia yang sekarang menganggap saya sebatas saingannya dalam dunia kerja.” kata Donny. Tapi jiwa emo Donny masih hidup dalam dirinya. Seperti lirik My Chemical Romance – The Ghost of You: if i died we’d be together, i can’t always just forget her. Begitulah aliran emo yang gelap dan penuh luapan emosi.

Setidaknya, Donny yang sekarang agak rapihan, walau saya menyesalkan betapa langkanya cowo emo di Jakarta. Dan Ayu terlalu hebat, walau secara enggak langsung, merubah Donny ke arah yang ‘benar’. Untung Ayu bukan pemuja Marlyn Manson.

Sore itu Donny harus pergi ke studio – ditunggu teman-teman boyband-nya. Dan kami akhirnya bubar jalan. Diperjalanan, saya ingat sahabatku Nancy pernah berkata: “jangan berharap orang lain yang berubah. Tapi kadang kita yang harus bisa berubah, setidaknya itu baik buat diri sendiri.” Tapi kalau melihat apa yang terjadi pada Donny, terlalu rumit untuk dijelaskan.

Sore itu di bus, haus, dan terik matahari malah membuat tambah pusing. Dan saya setuju, memang cinta itu cenat-cenut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s