Home

Dalam hidup, penghargaan (award) itu selalu ada. Sadar atau tidak, hidup ini adalah ajang penghargaan. Setiap apa yang kita perbuat pasti akan mendapat penghargaan. Seperti penghargaan: karyawan terbaik, pacar terbaik, dan kategori lainnya dalam hidup ini.

Tapi penghargaan bergengsi malam ini adalah Indonesia Movie Award 2013. Penghargaan khusus bagi para aktor/aktris dalam dunia perfilman. Saya suka menontonnya untuk mengetahui siapa pemenang aktor/aktris terbaik, pemeran pendukung terbaik, film terfavorit, dan lainnya untuk tahun ini. Ya untuk sekedar update dunia hiburan saja, sekalian memenangkan taruhan pada film Belenggu – yang nyata film terfavorit dimenangkan oleh Habibie & Ainun – Damn it!

Diantara beberapa penghargaan, ada satu yang merupakan penghargaan tertinggi, yaitu Lifetime Achievement. Penghargaan yang diberikan bagi aktor/aktris yang sudah berdedikasi selama hidupnya untuk industri perfilman Indonesia. Salah satu artis favorit saya di era ’50an, Aminah Cendrakasih atau yang dikenal sebagai ibunya si Doel, berhasil mendapat Lifetime Achievement Award.

The Award Goes To…

Sebagai single di kota ini, ajang penghargaan juga ada disetiap celah-celah kehidupan percintaan. Devina, petualang out-of-the box, yang bekerja sebagai asisten teacher di pre-school international di daerah Jakarta Selatan. Kadang kesendirian masih menemaninya didalam keramaian daerah Selatan.

Menurutnya belum ada pria yang masuk dalam Kategori Love of Her Life. “sejauh ini pria-pria yang aku kencani sama saja. Belum ada yang special.”

Sore itu setelah kelasnya selesai, kami bertemu di Mall daerah Selatan. Saya dan Devina pergi untuk menonton film. Sambil menunggu jam nonton kami, dia berpikir tentang Love Life Award 2013. Yang justru berisi kategori pria-pria yang sudah mematahkan hatinya dan mereka yang sudah berhasil mendapatkan piala broken heart yang terbuat dari perasaan kecewa dan sedikit air mata.

Kategori #1, Pria Ter-kurang Sopan. “ini paling dasar,” kata Devina. “aku cukup sadar kalau dunia sudah modern, tapi bukan berarti sikap gentlemen ikut hilang.”

Walau dunia sudah maju, kesetaraan sudah ada, dan perdana mentri wanita juga sudah ada, wanita tetap ingin diperlakukan sebagai wanita. “sebenarnya ya enggak berlebihan juga. Cuma aku kangen sosok pria yang masih sadar membukakan pintu, ini hal kecil sih tapi dampaknya besar.” kata Devina. “tapi jangan sampai minta bayarin makan di kencan pertama. Argh.” Udah Ter-kurang Sopan ditambah Ter-kurang Modal.

Tapi kalau ngomongin kurang sopan, cuma satu yang susah. Jangan berharap ada yang nawarin tempat duduk kalau di bus, semua orang berjuang untuk bisa duduk.

Kategori berikutnya adalah yang paling sering ditemui. Kategori #2, Pria Ter-egois. “sering banget aku ketemu pria-pria dengan pikiran-pikiran egoisnya.” Devina melihat sekeliling ruangan bioskop, seakan tahu tipe-tipe pria egois disana.

Paling males memang kalau seruangan dengan orang yang memiliki tipe self-centered person. Apalagi kalau pacaran sama mereka. Semua pembicaraan, semua topik didominasi oleh mereka. Egois dalam percakapan wajar sih, asal jangan lupa nge-rem kalau berbicara. Mana tahu yang dengar sebenarnya bosan. Percaya deh, pacaran itu antara “aku dan kamu” bukan “pembicara dan pendengar setia”

“aku pernah kencan dengan pria ini, mapan plus cakep,” kata Devina. “Cuma sepanjang malam yang dia omongin adalah karirnya, mimpinya, masa depannya, bahkan anjingnya yang dirumah. Rasanya pengen pencet snooze button. Zzz.”

Love Industry

Dalam dunia perfilman, enggak sembarang aktor/aktris yang bisa meneriman penghargaan. Begitu juga kalau kita mencari cinta. Enggak sembarangan orang yang bisa memperoleh cinta kita sebagai piala. Devina memang benar, jika ingin mendapatkan cinta setidaknya jangan sampai masuk dalam kategori yang buruk.

Selain itu bisakah kita meraih penghargaan yang paling penting, yaitu Lifetime Achievement, sebagai penghargaan pengabdian seumur hidup akan bukti kesetiaan terhadap cinta. Atau selama ini kita hanya masuk pada kategori yang salah? Dan jika kita berhasil mendapat penghargaan, apa yang akan kita terima?

Apa reward dari sebuah award?

Men DNA

Selesai nonton, tepat jam 8.30 sesuai jadwal film, saya dan Devina mencari camilan. Devina juga ingat soal pria yang tidak tepat waktu, yaitu Kategori #3 Pria Ter-lambat.

“aku selalu bingung, pria tuh enggak pernah on-time,” gerutunya. “kaya kamu Mike, aku saja nunggu 15 menitan. Apa telat sudah menjadi DNA seorang pria?”

Penyakit terlambat seperti penyakit flu pada musimnya. Kadang sembuh, kadang kumat. Intinya masalah terlambat ada obatnya, cuma kadang kambuh terus. Tapi ya begitu, terlambat bisa menyebabkan rasa menyebalkan. Jadi tukang terlambat menurut saya enggak masalah, selama bisa memegang kata-kata. Tapi mulai sekarang coba hargai waktu orang lain.

“eh, wanita juga suka ‘telat’kan?” kataku.

Tapi yang susah untuk diobati, adalah saat orang yang kita sayang sudah kurang perhatian. Mungkin sudah jenuh, atau mungkin sudah melihat ada orang lain yang jauh lebih menarik. Yang berarti Kategori #4 Pria Ter-kurang Perhatian. “peka bukan berarti siapa yang lebih sensitif,” kata Devina.

Dibalik ketidak-pekaan seseorang pasti ada sebuah masalah. Dan masalah kurang perhatian seperti menjadi tanda kalau hubungan ini harus dikoreksi atau ditinggalkan. Perihal sensitfitas memang sensitif kalau dibahas, Devina saja ujung-ujungnya bertengkar lalu putus.

Sebenarnya, akui saja kalau kita memang kurang peka terhadap maunya pasangan. Kurang perhatian bisa jadi karena kurang komunikasi.

I Got My Reward

Dan setelah ribuan kali bertengkar dengan Vanny, sampai kami bosan mendapatkan Best Fight Award dari teman-teman yang lain. Saya memutuskan melakukan komunikasi. Kepada Nancy. Karena kata Nancy antara saya dan Vanny sebenarnya masih memiliki rasa perhatian. Walau saya memutuskan untuk mengakhiri persahabatan kami yang sudah 15 tahun, karena hal kecil sih tapi dampaknya besar.

Di minggu kedua, menghindari masuk dalam kategori pria Ter-egois & Ter-kurang Perhatian, saya memilih berkata apa adanya. Kalau pun itu tidak merubah perasaan Vanny, ya sudah. “i love her no matter what. I do!” kataku kepada Nancy. “she’s my best judgemental friend.”

Seperti sebuah jebakan, dengan sengaja Nancy menyampaikan isi pesanku kepada musuh disebrang, Vanny. “kalian berdua tuh cuma gengsi.” kata Nancy. Dan diluar perkiraan, perasaan sahabat tidak bisa dimanipulasi. Ia pun merasakan hal yang sama. Kerinduan.

Dan seperti marah yang meledak seketika begitu pula baikkan kami yang seketika. Dan seperti itu saja, saya dan Vanny melupakan apa yang sudah terjadi dan kembali bersahabat.

Saya berpikir, reward dari sebuah award adalah apa yang kita perbuat ya apa yang kita petik nantinya. Untuk menjadi yang terbaik harus menunjukkan usaha yang terbaik. Hal sepele bisa berdampak besar, yang akhirnya kita merasakan Best Fight, Best Un-romance Scene, bahkan yang lebih buruk Best Regrets Ever.

Yang sulit adalah mendapatkan Lifetime Achievement, karena itu menyangkut keseluruhan kehidupan kita dan menyangkut pengabdian. Yang nantinya siapa orang yang akan ada sepanjang hidupnya untuk kita. Kita harus mencari itu, karena itu tingkatan tertinggi dalam hidup yang harus kita dapatkan.

Tapi saya yakin sudah memiliki Lifetime Achievement. Itu adalah mereka yang ada disaat senang dan susah, dengan gaya, sifat dan karakter yang berbeda-beda, dengan perkataan lembut dan kasar, baik dan buruknya… sahabatku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s