Home

Mika temanku baru saja menjilat ludahnya sendiri. Sekitar 2 bulan yang lalu ia menggandeng pria berkebangsaan Korea. Mika bertemu si pria Korea di salah satu bar di daerah Thamrin, ditengah lebatnya hujan, ketika ia mau menaiki taksi yang ternyata taksi pesanan si Korea.

Typical drama percintaan Korea yang sering kita lihat di televisi. Pertemuan pertama si wanita yang tanpa sengaja bertabrakan badan dengan si pria idaman.

“Oh sorry, do you wanna take this cab?” kata si Pria Korea yang fasih berbahasa Inggris.

“No… no…” Mika kaget. “You… Go…”

Pandangan pertama membawa mereka kembali ke dalam bar dan segalanya dimulai dari situ.

thecitycolumn-korea-love

Ajaibnya, mereka cepat akrab, entah karena hujan atau dua gelas whisky yang sudah dihabiskan Mika. Ia tidak sadar kalau ia sedang berbicara asik dengan orang asing. Terbesit dipikirannya yang sedang melayang, betapa tampan dan lucunya si pria Korea ini. Ia berpikir betapa hebohnya jika ia memamerkan gandengannya ini.

Tapi dibawah alam sadarnya, ia berpikir mungkin ini pasangan hidup yang selama ini ia cari. Bisa jadi ia orangnya.

From Anti K-pop to Kepo

Sejak awal Korea menginvasi dunia dengan boyband-nya, Mika adalah orang yang “menjijikan” cowok-cowok Korea.

“Cowok itu ga pantes luwes-luwes badannya,” kata Mika. “Rambut dikritingin gitu, pakai eyeliner segala. Gak heran kalau kata survey ‘itu’ mereka segini nih” sambil menunjukan kelingkingnya.

Pendapat Mika akan cowok-cowok asal negeri ginseng itu membuatnya jarang diajak teman-teman wanitanya untuk ngopi-ngopi cantik sembari ngobrolin K-pop dan barteran DVD drama Korea.

Tapi sekarang justru dari anti K-pop jadi Kepo. Sejak ia bertemu Mr. K (si pria Korea) malam itu, tatapan jantan dari mata sipit dibalik kacamatanya itu justru membuat jantungnya berdegup keras. Mika justru penasaran dengan yang satu ini, tubuhnya tegap, tinggi besar, putih (pastinya), dengan potongan rambut ala Korea (pastinya), dan suara nge-bass yang terus bergema di otaknya. Jantan.

Mereka banyak menghabiskan waktu bersama. Mr. K yang baru di Jakarta, jadi sering meminta Mika untuk mengajaknya tour keliling Jakarta. Tentu saja Mika yang bekerja sebagai freelance cukup punya waktu untuk menemaninya.

Mr. K adalah seorang Direktur pada perusahaan yang bergerak dibidang online. Di usianya yang ke 25, ia sudah mengambil S2 di Harvard. Saat ini di usianya yang 38 tahun, ia terlihat cerdas dari kacamatannya, manis dari senyum dibibirnya yang tipis, dan hangat dari getar suaranya.

Tour mereka berakhir pada apartment Mr. K, ketika ia berkata, “Mika, do you wanna company me at home? Sleep?”

Seketika Mika bingung, memecahkan kode ini. Antara sleep = tidur atau sleep = ajakan untuk bercinta.

The Truth About Korean Men

Dihari Mr. K membisikan “ajakan” saat didalam taksi itu, Mika menolaknya. Sekarang setelah belasan dinner di restoran mewah hingga quick lunch date, Mika mulai percaya kalau sekasar-kasarnya pria Korea sebenarnya sayang banget sama pasangannya, seperti yang sempat ditontonnya di DVD Full House – temannya pun heran, Mika mau tahu soal Korea.

Malam itu, pemandangan jendela apartment yang memperlihatkan suasana lalu lintas Jakarta, menghilangkan rasa khawatirnya. Mika pun rebahan di tempat tidur, sampai akhirnya Mr. K keluar dari kamar mandi masih dengan kemeja kantornya dan ikut bergabung.

Jam menunjukan pukul setengah sembilan malam, Mika terus memandang jalanan yang masih macet dan… Mr. K mulai mencium Mika. Suasana kamar dengan lampu kuning redup memperlihatkan siluet bayangan tubuh Mr. K yang besar berada diatas tubuhnya.

Ciumannya pun mulai turun ke leher Mika, dengan gejolak yang sedikit demi sedikit memanas Mr. K tampak ahli menyesapkan tangannya kedalam blouse yang dipakai Mika. Helaan napas Mika begitu manja, si Korea tahu bagaimana mencium wanita. Pelan dan dalam.

Mika mulai membantu Mr. K melepaskan kemejanya. Kulit putih dengan dada bidang itu memompa hasrat Mika, ia sekarang mencium Mr. K dengan haus. Aroma macho yang masih melekat di badan Mr. K berhasil menjadi daya tarik bagi lawan jenis yang menciumnya.

Mika sudah tak berbusana lagi, dan Mr. K mulai bergerak mencium dan menyentuhnya disetiap lokasi sensitifnya. Dilepaskannya ikat pinggang dan celana panjangnya, yang sejak tadi ia tunggu-tunggu untuk masuk ke permainan inti. Mika menurunkan pandangannya, dan berkata dalam hati, “ternyata survey ukuran penis tiap negara itu benar,” tawanya dalam hati.

Didekapnya tubuh besar itu dan mereka mulai bercinta. Pelan dan dalam.

Question Rhymes

Hubungan yang tidak tahu kemana arahnya ini, masih ia jalani. Suatu saat Mika pernah curhat, “Ada satu yang masih bikin gw penasaran,” katanya. “Skype misterius dengan tiga kata: how are you? Yang diterima dari username Soo09.”

Entah itu koleganya atau pacarnya di Korea. Mika pun kadang menguping saat Mr. K sedang menelepon, tapi sialnya ia susah membedakan mana nada suara yang sedang berbicara dengan pria atau wanita, karena semua nada suara selalu beritme seperti kalimat pertanyaan.

Suatu malam Mika berencana menyelinap ke ruang kerja Mr. K…

Kecemburuan dan rasa ingin tahu pasti ada. Tapi keduanya hanya merusak moment yang sedang ia nikmati. Jadi ia kembali ke tempat tidur dimana Mr. K sudah terlelap.

Apa?

Siapa?

Tidak ada lantunan pertanyaan lagi.

Ia sadar, Korea tidak hanya menginvasi dunia, tapi juga sudah menginvasi tempat tidurnya. Mungkin belum ada kata Saranghae dari si pria Korea, tapi jelas Mika sudah berada di Sarang Cinta.

Ia memandang wajah tampan dan lucunya. Mika melepaskan kacamata yang masih terpasang di wajah Mr. K, dan tidur bersandar dibahunya.

Sebelum masuk ke alam tidurnya, ia terbesit, jangan bangunkan aku dari mimpi ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s